kampus biru mentereng.

Sulit sekali untuk fakultas biru oranye di grogol untuk diyakinkan kebaikannya kami-kami para senior dalam menjamu anak baru.
toh, apabila dibandingkan dengan teknik dan lain-lain, kami membina.. bukan apa tuh namanya, diplonco2in.
dibandingkan tahun-tahun lalu, permission untuk membina adik-adik untuk tahun ini benar-benar underground..


"Nggak usah kasih dana aja deh kalo mo buat acara kalo kayak gini-gini." tegas salah satu ibu guru kepada teman saya yang mencoba mengontrol situasi kemaren.
Keterangan yang kedengeran aneh.
Padahal kampus swasta itu harusnya bisa mikir kalau toh mereka digaji dari uang-uang kita, bukan uang negara. dan dana setiap acara yang disumbangkan juga datengnya dari uang pangkal kami.
dan mengapa begitu pelit ya?
fakultas tajir yang pelit yang belagak miskin padahal selalu menyudutkan mahasiswanya untuk ngasih uang.
oh, apa karena saya belum bayar sks untuk semester ini? atau karena teman2 saya juga belom?



Saya benar-benar ingin cepat lulus.
kalau misalnya kampus swasta punya program KPK saya yakin si fakultas di kampus ini dapet urutan nomer 1 sebagai tersangka atau terpidana.
Mungkin 'mereka' berfikir dengan kami mengumpulkan anak-anak baru bukan karena takut mereka diploncoin atau digauli, tapi melindungi pikiran-pikiran polos mereka dari pengaruh pikiran kritis para senior-senior yang udah ketahuan ngerti sama kemunafikan 'mereka'.
atau takut kedepannya bakal terus ada panitia baru yang bikin-bikin acara sehingga menguras isi kantong mereka. yang padahaaaaal.. isi kantongnya juga donatornya toh kami-kami juga gitu yaa.
atau,
berkurangnya mahasiswa yang masuk pada tahun ini menjadi alasan utama yang menyatakan bahwa 'senior mempersulit promosi fakultas'...
salah sendiri juga sih,
M A H A L .
harga untuk masuk fakultas pelit ini tahun ke tahun makin tinggi, bisa dibilang naik per tahunnya 20% (sok2 ngerti matematika)
tapi kualitas dan fasilitas tetep aja nggak bisa sepadan sama yang namanya kampus karawaci bahkan kampus tetangga.
Dosen-dosen atau tenaga pengajar yang sebenarnya banyak yang tajir juga mikirnya paling kerja di situ istilahnya buat nambah-nambah uang rokok doang.. istilahnya, ikhlas untuk mengajar dan memberi ilmu.
Jadi apa iya, dosen-dosen kolot yang seolah care dan ngompor-ngompor 'mereka' itu sekedar pengen cari muka saja biar uang sakunya ditambahin? atau naik pangkat kah?


Sungguh,
politik kotor atau bersih yang dilakukan fakultas ini membuat saya lebih yakin dan bertekat untuk mengejar kelulusan tepat waktu.
Saya tidak ingin berlama-lama untuk menghamburkan uang orangtua untuk sesuatu yang tidak saya mengerti buat apa dan kenapanya, istilahnya,
untuk dunia fana.

satu-satunya yang membuat betah dikampus adalah teman-teman dan suasana kelas yang penuh canda (mulai lebay)... kalau bukan karena senior yang kemarin juga saya nggak mungkin punya temen diluar dari kelas DKV 6. dan kalau bukan karena temen-temen itu juga saya tidak mungkin kenal sama teman-teman yang lain. dan kalau bukan karena teman-teman yang lain itu juga saya nggak mungkin bisa dapet pacar yang beda angkatan...

udah kayak rantai makanan.
tapi yang jelas, di dalam rantai makanan itu fakultas dijadikan sebagai tempatnya.
walaupun, 'mereka' selalu mempersulit yang kita minta dari kita untuk kita.



kebanyakan wacana ilmu yang saya dapat adalah dari INTERNET DAN TEMAN-TEMAN.
dan internet tentunya bukan dari wi-fi yang suka disconnected di kampus lah, kosan sama rumah kayaknya udah cukup buat nimba ilmu sih kalo dirasa-dirasa. sepertinya yang lain juga merasakan hal yang agak sama deh (dengan nada sok tau)




"Menuntut ilmu setinggi langit tidak selalu dengan harga yang udah kayak langit."
Madam Kintil --- Still Life Words vol.1



P. S : kalo wadek atau dekan baca blog ini pasti saya akan dituntut atas pencemaran nama baik dan akan dipidana 3 tahun sesuai undang-undang pribadi.

Komentar