Kamis, 26 November 2009

yang mana?

Ada cerita yang baru saja saya karang sendiri karena kelaperan.....

---------------------------------------------------------------------------------------
Pada suatu hari ada seorang perempuan yang alim yang hts-an sama seorang penjahat kelamin. lalu kemudian karena terbawa suasana perempuan itu akhirnya diperawani oleh penjahat kelamin tersebut. Si perempuan itu menuding si PK itu telah memperkosanya padahal pada kenyataannya emang sama-sama mau, hanya saja keadaanya si perempuan ini nggak sudi buat mengakui hal tersebut karena dia maunya diperawanin sama perjaka ting ting.. Lalu ia mengadu kepada jaksa agung..

Perempuan :  "Pak.. saya merasa dilecehkan... saya telah dipaksa untuk melayani nafsunya! Tolong hukum dia dengan seberat-beratnya!" 
Jaksa :   "Apa benar begitu saudara telah melecehkan perempuan ini?"
PK  :  "Ya, memang saya telah melecehkannya. Tapi jujur, saya tidak memaksanya untuk berteriak-teriak dengan kenikmatan kok.. ia justru membiarkan saja apa yang sedang terjadi.. apa itu dibilang sebuah pemaksaan?"

Lalu pengacara si perempuan alim ini mengajukan data-data dari si PK ini. dan sang jaksa membacakannya,
Jaksa : "Ini adalah daftar nama perempuan-perempuan yang pernah tidur dengan anda, dua diantaranya pernah hamil dan satu menggugurkannya."
PK  :  "Benar. Lalu? Apa saya perlu mengaku kalau saya pernah membunuh semut betina pak untuk memantapkan diri saya bahwa saya adalah tersangka?"
Jaksa :  "Apa anda sama sekali tidak merasa menyesal dengan segala dosa yang anda buat?"
PK   :  "Tidak. karena dosa tersebut tidak sepenuhnya saya buat."
"Saya memang brengsek tapi saya tau dimana saya harus menempatkan kebrengsekan saya."


Jaksa tersenyum, "Baik. Sidang dilanjutkan minggu depan.."
Si Perempuan alim itu bingung dan langsung menghampiri sang jaksa.
"Pak, kenapa anda membebaskan orang brengsek itu? kenapa sidang ini harus ditunda sampai minggu depan?"
Si jaksa menoleh ke wajah perempuan itu dan menjelaskan,
"Salah satu dari perempuan yang pernah ditiduri oleh pria itu adalah anak saya. ia hamil oleh orang itu."sambil menunjuk si penjahat kelamin. "Waktu itu ia datang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tapi saya tolak. karena apa? karena ada keluarga dari Timur Tengah yang datang melamar anak saya, sedangkan ia melamar tanpa membawa kejelasan dari keluarga mana dia dan bawa apa dia."
"Lalu?"
"Anak saya sudah meninggal sekarang. Dia habis dipukuli oleh laki-laki yang sekasat mata saya adalah culun dan berattitude baik tersebut. si anak dari keluarga Timur Tengah." Jaksa lalu menepuk pundak perempuan itu. "Orang brengsek tidak akan selalu menjadi orang brengsek, nak.. dan orang baik tidak akan selalu menjadi orang baik."


---------------------------------------------------------------------------------

lebay mode : ONLINE.
ya ya ya, saya baru kali ini bikin cerepen dangdut kayak gitu memang, tapi ya udahlah yaa kalo nyambung mah sukur kalo nggak juga nggak apa-apa.................................
Pokoknya intinya jangan mandang orang dari sekasat mata .. (khususnya buat orang-orang tua jaman sekarang).. karena nggak selamanya yang dilihat itu adalah yang kita tahu.

"ORANG BRENGSEK NGGAK AKAN SELALU JADI ORANG BRENGSEK.
DAN ORANG BAIK NGGAK AKAN SELALU JADI ORANG BAIK."


kalo ngomongin lagi soal perbedaan keyakinan.. terlalu panjang.
intinya gini ya,
ada warna hitam sama warna putih. mereka itu adalah warna. dan ketika dicampur menjadi satu kesatuan, mereka akan menjadi abu-abu. dan abu-abu itu adalah warna kan? jadi kenapa harus dibilang berbeda? kalau perbedaan itu hanya dijadikan alesan buat penyulut api dan pemicu bahan peledak.. kenapa harus ada perbedaan sih? siapa yang nyiptain perbedaan?
dan kalo soal persamaan gimana tuh? persamaan jenis kelamin yang saling mencintai dengan persamaan keyakinan? (euuuwh)
dan kenapa jadi nyambungnya panjang gini............................

oke, intinya...
tolong dijawab, jika anda diberikan option..
MANA YANG LEBIH BAIK ?
menjadi lesbian/homo, mencintai orang yang berbeda agama, menikah dengan raja yang ternyata psikopat, atau bercinta dengan kuda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar