THE FACT (NO SARA, JUST FOR SHARE)

Many community of moeslims in Indonesia that standing from the politicals government and moneys with bring 'in the name of Al-Qur'an.'
AND DO YOU KNOW? THEY'RE JUST MAKING A MESS.
enggak, saya sedang tidak berbicara tentang pergunjingan arah kiblat yang baru-baru ini diakui MUI salah di Indonesia (yang padahal haduuuuuuuuuuuh, semuanya juga udah tau dan 'ngeh' dr kapan tau...)

tentang kegunaan komunitas-komunitas itu ya justru hanya membuat nama sebuah agama seperti bahan tertawaan dan ejekan atau pelaknatan. malah bikin orang nyari ribut. si A teriak-teriak nentang video ARIEL-LUNA eh si A di gledah malah punya tumpukan video porno -___________-


PERNAH INGET NGGAK ROKOK DISEBUTKAN HARAM??????
aaaaaaaaaah itu semua sudah dipolitisir.
sumber devisa negara itu siapa? dari rokok... dan itu kenyataan yang nggak bisa dipungkiri!!!!
coba liat kayak world cup atau segala macem acara olahraga di belahan dunia, JARANG BANGET ATAU BAHKAN NGGAK PERNAH ADA  SPONSOR ROKOK YANG MELIBATKAN DIRI.
nah kalo di Indonesia?
Djarum Super cup, Dji Sam Soe Cup, ya dan lain-lain.... (yang seharusnya rokok membahayakan kesehatan tapi malah jadi sponsor utama liga olahraga?)
YA MO GIMANA LAGI!!! UDAH YANG PALING TAJIR EMANG PERUSAHAAN ROKOK!!!!
dan hal soal mengharamkan rokok itu sudah seperti hasutan yang terpolitisir dengan uang yang berjalan tentunya......
saya nggak mau bicara frontal, tapi sedikit kasih gambaran yang bisa anda simpulkan sendiri....


(if only, prediksi awal dulu)
* 'hold on' ... it'sblind text *
Rokok haram..... sumber devisa hancur.
naik lah yang jadi sumber devisa pertama yaitu, daerah pariwisata.
dan siapa yang nggak kenal BALI ya nggak? (daerah Indonesia yang paling bernilai total)
dan disaat perekonomian melengah akibat sumber devisa rokok ancur,
si Bali diserang dengan bom . otomatis tertuduh : teroris=muslim.
perekonomian indonesia selanjutnya : DROP.
solusi? dana suntikan dari negara lain. atau berupa pinjaman.
ketika uang pinjaman akan turun, belum lunas pinjaman lain... maka satu hal, harus melunasi paling nggak beberapa persen dari pinjaman sebelumnya...
apa lagi yang dipunya?
Oke, Papua. 'saham papua' kemudian dijual lagi beberapa persen, sampai akhirnya Papua lepas...
ekonomi mulai memburuk...
kemudian sering terjadi kerusuhan-kerusuhan mirip seperti pada tahun 98.
bedanya : bukan soal ekonomi lagi, tapi sudah membawa agama.
gereja dibakar, kerusakan mesjid, pertikaian, bentrok warga, dan segala macem.
Datang oknum negara yang mana memang ada di balik semua itu,
menawarkan dan mengumumkan kerja sama atau 'kebaikan hati'... panggilah, si Dajjal.
ketika yang NON-MUSLIM sudah merasa tidak nyaman dengan situasi yang ada di negeri, atau ketika yang MINORITAS merasa sudah tidak memiliki HAK ASASI MANUSIA....
maka si Dajjal menawarkan untuk MINORITAS pindah menjadi warga negara asing tanpa biaya sepeserpun plus free-transport-to-Dajjal-country. (yang nggak menutup kemungkinan ternyata minoritas yang kurang beruntung atau sama sekali nggak punya uang sedikitpun yang awalnya disambut dan diliput dengan ramah ternyata ujung2nya dijadiin budak perang atau semacamnya)
Dan lalu,
ketika semua yang minoritas pindah....
Bali adalah satu-satunya pulau dewata yang rakyatnya akan masih utuh tinggal di situ. Dan karena bali merupakan objek pariwisata yang mana mata pencahriannya adalah pedagang atau semacamnya.... maka yang tentu akan memulihkannya cuma satu : turis. dengan itu mungkin, akan terjadi gerakan Bali Merdeka.... yang mana Bali akan melepaskan diri.
lalu bayangkan,
ketika untuk pergi ke Bali kita harus memiliki passport....ketika Bali lepas....
maka.... Indonesia... bersisakan rakyat-rakyat yang 100% muslim... dan kemungkinan besar banyak petinggi2 yang memakai peci di setiap kampanye sudah kabur duluan ke luar negri...
Lalu pasti keadaannya akan sama hal dengan Irak, Afghanistan, atau Palestina...
"Kembang api bisa kita lihat di atas langit pada setiap malamnya."
dan dari Indonesia,
perang besar akan dimulai.
yang mana negara yang ingin memerangi dengan atas dasar kemanusiaan dan pembelaan agama... atau perang untuk saling merebut dan menjajah.... dan perang akan semakin melebar luas... dan hancur lah dunia.


............................
bagaimana? kebaca yang di atas?
paling nggak saya hanya memaparkan sedikit gambaran akhir dari dunia versi madam kintil yang sok tau dan lebay. tapi beneran! itu semua bisa masuk akaal.. mungkin soal strategi rencana rokok diharamkan gagal... tapi toh bagan strateginya ujung-ujungnya kayaknya bakal kayak gitu nggak sih... (sotoy-sotoyan aja hahahahak)

yang jelas itu kenapa alasannya saya paparkan mengapa saya sangat membenci sebuah komunitas yang mengatasnamakan agama. karena mereka yang mengaku membawa kitab suci, belum tentu sesuci seperti kitab yang dibawa. tidak, saya bukan menghina....
saya hanya ingin berkata dan berpesan,
"Hati-hati, jangan gampang terpengaruh dengan hasutan. di dunia ini tidak ada yang benar dan salah. yang ada adalah yang bijak. yang bijak hanya ada di hati. dengarkan kata hati dan hargai satu sama lain demi kepentingan bersama." ----- MADAM KINTIL
mungkin saya bukan siapa-siapa dan tidak punya kepentingan apa-apa soal ini dan itu yang sedang saya bicarakan... toh mau apapun yang saya katakan juga tidak akan ada pengaruh apa-apa juga ya kan?
tapi saya hanya mengamati dan meninjau (dan sekali lagi sharing) dari hasil apa yang dibicarakan oleh sesama seumuran. maaf, mungkin kalo seandainya lebay atau menyinggung atau kontroversial. terserah mau menilai apa. i'll never stop writing about what i want.



p.s  BUAT SEMUA PEMELUK AGAMA,TERMASUK ISLAM, BOLEH DIBACA DAN PAHAMI SENDIRI  (NO SARAAAA) :

"Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan." (Al-Ma'idah ayat 48)

"Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam." (Al-Ankabut ayat 6)

Komentar