pro dan kontra



that is the oficially video for earth hour 2011, which is today yess, indonesia berpartisipasi lagi dalam earth hour. cuma sejam loh matiin lampunya.... coba buffer videonya dulu deh, kita bisa liat disitu sangat banyak negara-negara berpartisipasi dalam earth hour. yang biasanya menara eiffel tiap malam terang banget pun dimatiin. yang walaupun kita juga bisa melihat masih banyak juga yang nggak ikut kompak untuk memadamkan listrik, but so what? paling nggak seluruh penjuru dunia udah memiliki 'kompor' sebagai awal untuk menghargai bumi walaupun hanya sejam.

sebelum menjadi global, earth hour itu di kampanyekan pertama kali oleh sejumlah orang-orang Sydney. yang kemudian setelah itu langkahnya kemudian berkembang kepada seluruh dunia dengan seraya dibantu oleh pemerintah dan media massa setempat untuk mengajak 'kompak' untuk mematikan lampu.

walaupun emang kita tau banyak beberapa perusahaan swasta di Jakarta yang malah 'ngetawain' soal kampanye ini ya anggap aja mereka itu adalah orang-orang yang nggak mo rugi atau anggaplah they are a very high class-modern people. apalagi kalo yang bilang 'earth hour itu konyol'... anggap saja mereka adalah orang-orang pinter banget yang bisa nemuin listrik atau nemuin sesuatu yang bikin mereka bisa hidup seenak sekarang. it's just for an hour for earth, why should fucking matter about it.

just FYI,
di Jepang memang terjadi pemadaman listrik bergilir terkait pasca tsunami ampe nuclear crisis. bahkan yang saya baca di beberapa media internasional dan blog-blog dari orang yang tinggal di Tokyo, mereka juga dibatasi soal air oleh pemerintahnya karena demi kehematan untuk penyaluran sejumlah air bersih di segala titik pengungsian di daerah yang telah terserang Tsunami.

Tapi jauh sebelum hal itu terjadi, di Tokyo (yang kalo diibaratkan di Indonesia ini mungkin adalah Jakartanya, malah lebih elit dan 'terang') sejumlah toko-toko, apartemen, kantor-kantor... di atas jam 8 malam mulai membiasakan untuk mematikan lampu sebagai wujud respect kepada negeri dan pemerintahannya yang emang lagi 'pusing'. coba bandingkan disini, sebentar saja ada pemadaman bergilir, nggak tanggung-tanggung ngamuk2nya dan nyumpah2innya ke PLN.

ada juga jalan tol yang rusak parah yang ampe pecah belah karena ada pergeseran tanah akibat bumi yang 'you know what' hanya butuh 6 HARI untuk mengembalikan kemulusan jalan itu.
dan coba search atau cari sendiri foto-foto para pengungsi pasca gempa dan tsunami, mereka mengantri untuk mendapatkan air dengan rapih. nggak seperti ketika busway baru dateng dan kemudian dorong2annya udah kayak apa tau mo naik waktu ngantri.

atau saya juga pernah baca, karena stok sumpit untuk pengungsi terbatas penyediaannya seorang kakek-kakek di tempat pengungsian memanfaatkan benda-benda yang dapat membuat sumpit dalam jumlah yang banyak untuk kepentingan bersama. dan bahkan juga dengan mesin penghangat yang terbatas, orang-orang disana tidak ricuh justru saling berbagi tempat untuk menghangatkan diri.

itu lah mungkin kenapa 'harus' Jepang yang terkena tsunami dan gempa serta disusul krisis nuklir.... agar wajah-wajah negara lain sedikit bisa berkaca dari bangsa-bangsa yang berkarakter ksatria itu. rakyat primitif yang tidak terlalu banyak dikuasai dengan ajaran akan ketamakan oleh fasilitas dunia dan pemerintahan yang nggak menye2 atau sigap untuk kepentingan rakyatnya.
pernah denger kalimat :
"orang baik cobaannya mungkin lebih banyak daripada orang jahat. tapi orang baik cobaannya tidak akan seberat cobaan untuk orang jahat."
now just think positive about that, bukan berarti kau adalah termasuk orang yang jahat... tapi maksudnya, setiap kejadian dan peristiwa yang dialami orang lain itu adalah suatu upaya dari alam dan Tuhan untuk menyadarkan kita untuk berkaca sebelum sesuatu yang mungkin lebih dan paling berat dari itu akan menimpa orang-orang seperti kita.

-----------------------------------------
now one more time,
why should matter about earth hour? it's just one hour for respect your earth.
only one hour, dude.
don't you laugh on me.

Komentar

Posting Komentar