Sabtu, 27 Agustus 2011

things.


Ada seorang mahasiswa baru S2 dari salah satu universitas negeri yang seperti biasa selalu sarapan di dekat rumahnya sebelum berjalan pergi menuju kampus. ia memesan semangkok bubur ayam.
Mahasiswa : "Pak, biasa 1 porsi ya. ayamnya banyakin dong pak.. gak usah pedes"
Tukang Bubur : "Ok, loh mas.. kok baru keliatan?"
Mahasiswa : "Iya, baru kuliah lagi pak... ini mau ke kampus urus berkas2 untuk daftar ulang."
Tukang Bubur : "Bukannya sudah selesai kuliahnya?"
Mahasiswa : "Ngambil S2 pak... alhamdulillah dapet di universitas negeri."
Tukang Bubur : "Wah iya iya, bagus dong ya.."
Tukang Bubur yang logat bicaranya masih sangat kental dengan bahasa Jawanya itu kemudian memberikan semangkok pesanan yang dipesan oleh mahasiswa tersebut. sambil menunggu pelanggan yang datang, ia duduk di sebelah mahasiswa itu sambil meneruskan perbincangan ringan tadi.

Tukang Bubur : "Sekarang berapa mas kalau ambil S2.."
Mahasiswa : "Bayarannya pak maksudnya?"
Tukang Bubur : "Ya, kalau misalnya beasiswa bayar berapa?"
Mahasiswa : "Oh kalo beasiswa mah gratis pak, tapi mungkin hanya bayar uang administrasi atau pembangunannya aja kali ya pak.."
Tukang Bubur : "Nah ya iya berapa tuh kira-kira bayar uang gono gininya?"
Mahasiswa itu mengunyah dengan wajah yang sedikit berfikir, "Kalo itu sih saya kurang tau pak, tapi kalau bayar normalnya sekitar 15-30jt pak..."
Tukang bubur itu hanya diam dan kembali mengalihkan tatapannya ke arah gerobak buburnya dan tersenyum... "Memang orang miskin itu ndak boleh sekolah tinggi ya mas..."


-------------------------

Oke, itu kisah nyata.
nggak usah ditanya siapa yang jadi mahasiswanya atau tukang bubur di sebelah jalan mana, pokoknya yang jelas, based from true story.
klimaksnya adalah...
saya sangat bersyukur separuh langkah lagi insya allah bulan oktober ini akan dilantik menjadi sarjana desain. tanggal 22 oktober, yang mana tanggal 23 Oktobernya saya ganti usia menjadi 22 tahun.
But back to the story,
Saya hanya ingin berpendapat dan mengeluarkan suara mengenai fakta bahwa KULIAH ITU MAHAL. memang masih ada yang lebih mahal yaitu 'waktu', tapi hey, big boss.. kuliah mo dimana aja (apalagi di negeri serba materai ini) biayanya belum tentu bisa kita dapatkan pada saat kita menjadi orangtua nanti. Jangan dilihat bagaimana mudahnya orangtua kita mengeluarkan biaya apapun buat memfasilitasikan lo untuk belajar atau bergaul, but the thing we should learn is 'how they made it and how worthly it is'
Ya, maksudnya begini :

"Kamu mau jadi sarjana, bisnis, atau get married?"
pertanyaan ini mau nggak mau akan membuahkan jawaban bagaimana lo ke depannya nanti. kalo lo mau jadi sarjana berarti lo harus lulus and get a job and s2 lagi kah?, bisnis untuk just try your luck atau already prepare? dan get married (biasanya untuk wanita) yang selalu merasa abis lulus langsung nikah... <- loh? apa yang salah? emang bener dong.. wanita kan ujung2nya dirumah ngurusin anak lagian juga masih bisa jadi wanita karir biarpun berumah tangga... HOW EASY dong kalo begitu, beneran mau nge-skip gitu aja masa-masa emas setelah putih abu-abu or surviving to the club diem-diem dari pintu dapur dari suami yang lagi tidur pules???
well,
pribadi, insya allah setelah strata ini, saya dapat mampu terjun ke dunia nyata menjadi karyawan (karena dimana-mana harus jadi yang 'diatur' dulu lah baru 'mengatur' biar ngerti suasananya dan karakter orang2 penjilat) dan kemudian usaha kecil sambil nunggu yang lamar hahaha tai. tapi kayaknya udah paling bener lika liku jalan yang mesti ditempuh biar get a life kayak gitu ya... paling enggak biar kata perempuan must married under 27, kita harus pernah ngerasa kejamnya dunia dan how beautiful life when we're get survive ya kan...

but anyway, buat semua yang malesmalesan kuliah dan yang ngerasa down karena nggak cukup pinter buat nembus beasiswa ke jerman atau berduit poundsterling buat lanjut studi ke London...
we're still a lucky people kok...
masih banyak yang pengen banget buat (bahkan) untuk sekolah wajib 9 tahun aja. dan masih banyak orangtua diluar sana yang kerja banting tulang demi uang yang halal agar masa depan anak-anaknya bisa lebih baik... tentu, kita nggak akan bisa ngerasain seberapa galaunya jadi orang-orang yang kurang beruntung selama kita masih berada di posisi beruntung dan dapat mampu mepertahankan keberuntungan itu.
dear pak bubur, kalopun ada satu hal yang paling nggak mungkin di dunia ini... pasti Tuhan bisa membuat semua itu mungkin. karena Dia maha penolong buat umatnya yang memohon dan berusaha :) amien.



ps : tapi setelah 4 tahun kuliah, jujur ini yang saya dapat :
1. "Ilmu bukanlah sesuatu yang pasti tanpa sebuah pengalaman"
2. "Senior adalah benar. Teman sesama jurusan adalah sainganmu. Teman berbeda jurusan adalah 'link'-mu."
3. "Kegiatan yang paling PR buat dijalani adalah waktu-waktu yang paling akan dirindukan."
4. "Perpacaran di masa-masa kuliah selalu membawa pelajaran dan hikmah tersendiri yang dapat dipetik untuk kedepannya. dan pacaran jaman kuliah = a must. selama masih dalam satu lingkup universitas."
5. "Bebas. hati-hati karena telalu bebas."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar