Rabu, 28 Maret 2012

wishlist-wear (april)


 screen shoot picture (one by one item)
edit by photoshop.

which one do you like a most?
*what i NEED so bad*

leather hobo from Mango
high waist short from Pull & Beer

(but if i can earn a lot moneys like $1500/month, i think i'm gonna buy all of them)

Rabu, 21 Maret 2012

RUSSIAN


Russian hacked my twitter please, anyone, report my twitter account @yurandawaldorf by viewing my profile and click report spam. thanks.

well, it's ok if somebody's hacked my twitter account at least i don't lose my photos or blogs-diary. it such a crazy to imagine if somebody's taking control your facebook account and blogger account. because you know, seems too much stuffs on there to lose. AND, yeah how if somebody's manupulate yourself as a seller of something. hope shit won't happens that far!

take care guys,
social networks are too mainstream of a crime.

Sabtu, 03 Maret 2012

new hair?

kalo potong pendek segini pantes nggak ya?
-________-
*galau rambut*

Flight Attendant

Jadi. hari sabtu tadi dengan penuh rasa pesimis akan tinggi badan saya pergi untuk melamar menjadi salah satu cabin crew yang diselenggarakan oleh salah satu maskapai besar di Indonesia. kebetulan rekrutmennya dibuka di bulan Maret, dan sesungguhnya saya sudah daftar sama ini yang ketiga kalinya. tapi ya baru bisa bener2 dateng walk in interview bulan ini -__- karena kemaren2 ada aja halangannya.. ya yang menjelang hari H tiba2 jerawatan lah... atau banyak bekas gigitan nyamuk di betis. alhasil ini pengalaman perdana saya :P

Merasa fisik udah mulus dan ready, dengan modal nekat pergilah saya ke tempat pelaksanannya. Saya sampai jam 7 kurang karena berangkat dari kosan jam 6. kece-kece banget dan TINGGI TINGGI. entah pengaruh high heelsnya atau apa yang jelas badannya udah pramugari banget deh. aiiiih cantik2 pulaaaaak. saya datang dan menduduki bangku deretan kedua paling depan disitu saya kenalan dengan depan dan kanan-kiri saya.

Pas jam stngah 9 kita disuruh ngambil nomer antrian, disitu belum ada instruksi atau aba2 seperti apa tapi semua cewek2 tiba2 rusuh berdiri dari kursi dan menyerbu nomer antrian udah kayak rebutan sembako GILAAAAA ampe ada yang jatoh kakinya lecet, dan saya nggak salah apa2 cuma berdiri diam tapi kedorong dan jatuh duduk dirumput -__- untungnya ada teman saya yang langsung menarik tangan saya sehingga bisa berdiri. itu yang jatuh banyak banget... sedihnya ada 1 orang yang luka di betis, sedih banget belum juga cek kulit :(

Ya lanjut, akhirnya karena nggak kondusif no. antrian dibagikan dari urutan kursi paling depan. setiap baris ada 10 kursi. dan tiap 1 baris maju untuk mengambil no. antrian. Ternyata saya dapat kloter kedua karena ada pada baris kedua. Ketika sudah tiba saatnya, barisan pertama  dipanggil untuk maju ngantri untuk melalui tes pertama. yaitu pengukuran tinggi dan berat badan. NAH INI YANG BIKIN GUE DEG2AN. gimana nggak, bisa sebel banget dong kalo ternyata gugur karena tinggi dan berat yang nggak ideal. Udah malah ternyata 10 orang yang berada di baris paling pertama pada belum registrasi online... jadi yang udah bisa langsung masuk untuk pengecekan... OMG SAYA MASUK JADI YANG BARIS PERTAMA....

ukur tinggi dan berat... yah sudah sudah ikhlas.....
dan disuruh menghadap crew ganteng nan baik hati dan dia bilang.
"mbak tingginya 158 dengan berat 43. kita sih sebenarnya nggak masalah, tapi tolong kalo next time bisa dinaikin lagi berat badannya.. atur pola makannya ya karena idealnya itu berat mbak harusnya 58. oke?"
"oke, mas.."
"Oke, silahkan lanjut kesebelah sana."

WHAT???? SAYA LOLOS.
oke.. oke... semakin deg-deg-an. disana sudah ada 3 orang teman saya yang sudah duduk manis menunggu. dan kebetulan teman2 itu yang tahun lalu sudah pernah ikutan ini... ada yang udah 2x nyoba gagal ditahap catwalk dan check up fisik... dan ada yang gagal di tahap akhir (pantuhir). kentangggggg bangetttt. so i'm the very first, and soooooo freakin' nervousssss. apalagi ditambah tinggi saya yang nggak memenuhi syarat min.160. walaupun salah satu teman saya menghibur dengan bilang tingginya itu sebenarnya dikurangi 2cm dari tinggi yang sebenarnya. tapi satu lagi bilang ada taun lalu yg 159 langsung gugur. so it means a lucky day is lucky. aaaah!!!!

"5 baris pertama bisa masuk ke dalam, tas mohon ditaru di depan sini saja ya." ujar salah satu user-nya.

OH 5 pertama itu salahsatunya adalah SAYA!!!!!!!!!!!
Dengan gemetar saya berusaha rileks masuk. kami berlima disuruh berbaris dengan melepas heels. satu persatu dari sebelah kanan (terakhir banget saya) disuruh maju dan memperkenalkan identitas diri. catwalk. hadap depan, hadap kanan, hadap belakang, cek kulit tangan, betis kaki, muka, dan mata. Pada saat giliran saya... ibu cantik nya sempat bertanya, "Kamu pake behel udah berapa lama?"
"Sudah 2 tahun."
"Sudah boleh dilepas?"
"Seharusnya sudah bu."
Lalu ibu itu menyuruh saya maju lebih dekat untuk melihat detail wajah, gigi, dan mata saya.
"Itu di dagu ada jerawat 2 ya?"
"Iya bu. bekas jerawat."
"Sudah berobat?"
"Sedang berobat bu." sambil senyum.
dan senyuman ibu cantik itu anget banget pasti ini pramugari senior banget deh nih.. mukanya terlihat profesional sekaliiii kyaaaaa

Ibu itu memperhatikan saya sekali lagi dan kemudian menyuruh saya kembali ke barisan. Nggak lama, kami disuruh maju satu per satu untuk mengambil kartu. yang berwarna merah artinya tidak lolos dan bisa mengambil suvenir, sedang warna biru lolos. saking masih pengen buru2 keluar dari tempat itu saya mengambil kartu itu dan nggak lupa bilang terima kasih ke ibu cantik... kemudian kartu itu ditukarkan ke meja user yang ada diluar ruangan tadi... yang mana ternyata di ruang duduk yang tadi saya duduki sudah mulai padat. dan beberapa orang banyak yang sudah mengantri untuk mengambil suvenir. Saya masuk ke antrian itu begitu saja dan tiba-tiba usernya bilang...
"Mbak mbak, kartu biru kesini ya...."
Saya baru ngeh
kartu saya warna BIRUUUUUUUU....
HA? gue lolossssssssss? haaaaaaaah?????

Ada 2 ruang juri di sana dan kebanyakan dari 5-5 orang, hanya dikasih 1 dan 2 kartu biru bahkan ada yang merah semua satu barisan.... ya allah, siapa lagi kalo bukan karna Engkau
Saya lolos dan mendapat slip biru untuk ke tahapan selanjutnya yaitu psiko test & b.inggris.. lolos tinggi badan dan berat yang nggak ideal.. lolos tes fisik dan catwalk.. kyaaaa buru-buru saya menyusul teman saya yang lebih dulu keluar yang saya tau ia sudah dulan mendapat slip biru karena ia tahun lalunya sudah sempat sampai ke tahap akhir.

psiko test & b.inggris jam 11 dan saat itu sudah masuk sekitar jam stngah 10. masih lama sih, dan teman saya mengajak saya untuk cari makan bareng kedepan. sambil berjalan sambil mikir... ih psiko test... sumpah sama sekali nggak punya persiapan nyampe psiko test!!!! jadi bener2 blank ini psiko test bakal kayak gimanaaaaah kyaaaaa... sempet nanya2 sama teman saya itu kayak gimana, dia menjelaskan begini begini begini tapi tetap nggak kebayang gimana dah... hedeeeeh pasrah deh...

****

Dan pengumumannya diumumkan melalui sms pada malam harinya jam 9. yang lolos diwajibkan datang keesekan harinya untuk tes selanjutnya. dan bener... saya nggak lolos. dapet sms bahwa belum lolos ke tahap selanjutnya hufff tapi alhamdulillah banget loh untuk pengalamannya tadi. saya jadi tau dan punya gambaran kalo-kalo misalnya mo ikut lagi. hihi jadi penasaran sama psiko test nya, SUMPAH sih tapi emang mesti diakuin SUSAH BANGET... apalagi buat yang udah lama nggak pernah ikut psiko test... dan yang ternyata, tips dan triknya itu udah bisa disearch di google atau ebook2 free gitu... yang ngooook banget deh mana kepikiran bakal nyampe tahap test itu... sungguh diluar dugaan. next time, kalo timbul niat dan kesempatan i wish i can prepare more lagiiii hihi

P.S : Learning by doing itu bener banget. jangan takut nyoba dan gagal. ayo yang lagi berkompetisi entah jadi pramugari, PNS, model, sampai putri2 kecantikan.. take your chance! kalo emang maksimal dan memang jalannya pasti dipermudah ;)

wise abeeees

Ketika saya menulis ini, saya masih tidak mengerti mengapa tiba-tiba menulis ini di blog. saya hanya ingin mengeluarkan keluh kesah mengenai hal yang mungkin tidak layak untuk orang lain baca. ya Allah, saya memiliki definisi bahwa dosa merupakan sesuatu hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. seperti membunuh, mencuri, minum alkohol (rugi untuk kesehatan), dll. Tapi sex? jika sex dilakukan atas dasar kesadaran dan komitmen atau cinta apakah itu berdosa? saya tidak berbicara soal free-sex, itu jelas berbahaya karena dapat merugikan harga diri dan kesehatan, sehingga saya dapat berkata, ya itu dosa. having sex bukan berarti kita harus menjadi seperti ayam. if you're having sex with someone it means you already made a commitment. tapi, kenyataannya... yang udah terikat secara 'officially' berkomitmen saja bisa melanggar, gimana yang pacaran. oke, anggap lah tulisan ini intro.

Jadi,
saya dihadapkan dengan situasi, ketika seorang gay berbicara kepada saya mengenai pernikahannya dengan perempuan yang statusnya rela melakukan apa saja demi uang. dan teman saya menjanjikan kehidupan yang nyaman untuk perempuan ini bila memang si perempuan sudi untuk menikahinya yang gay which means yesss, comfort zone = lot moneys. but money can't buy happiness? true.
teman saya yang gay memandang bahwa pernikahan merupakan kewajiban. dan ia tau mo sampai kapanpun ia menunggu nikah sesama jenis itu legal, disaat itu terjadi pun dunia sedang me-runtuh jadi debu alyas kiamat.
yang ia tanyakan, "Wan, apakah gue akan bahagia?"
Dan disitu ia melanjutkan pertanyaannya (kurang lebih seperti ini), "Misalnya elo, elo tau lo gak bakal bisa sama cowok lo sekarang karena perbedaan prinsip bla bla bla.. yang padahal, itu nggak separah dengan konflik hati gue dengan yang sesama jenis. Tapi apa di umur lo yang menginjak 27 tahun mungkin misalnya, yang mana ada seseorang yang datang dengan penuh kepastian menawarkan diri untuk bersama dan berumah tangga, lo akan bisa meninggalkan orang yang sudah membahagiakan lo dan mengajarkan lo banyak hal? Ketika lo merasa bisa tp belom ikhlas, apa disaat itu juga lo yakin akan merasa tetap bahagia?"

yang saya jawab adalah. nggak tau.
mungkin teman saya mencoba memaparkan pandangannya mengenai pernikahan yang dimaknai olehnya bukan sebagai ikatan cinta melainkan sebuah tuntutan dalam proses kehidupan. pada kasus teman saya, yang akan menjadi 'korban' dalam komitmen palsu (nanti) itu adalah anak. teman saya berkata, ia mau berkeluarga karena ia ingin memiliki anak. tapi toh, orangtua punya tanggung jawab yang besar untuk menjadikan jati diri anak itu nantinya. family is the real you. bila fondasi saja sudah rapuh bagaimana bisa menyusun rumah yang kokoh ketika badai datang? kita tau semakin kesini lingkungan pergaulan itu seperti apa dan bagaimana kan. dan pembentukan moral dan karakter anak itu dimulai dari pendidikan dari orangtua dan kemudian lingkungannya (baik itu dari sekolah maupun pergaulan).

"Tuhan pasti lebih sayang kok sama kita, lebih dari siapapun bahkan orang tua lo sendiri. lo harus percaya apa yang dateng dan pergi itu punya satu tujuan ke tempat yang paling bahagia."

"Jadi jawabannya nda?"

"Gue nggak tau. bahagia dan masalah itu sama-sama dateng tiba-tiba, yang tanpa disadari kita semua yang menanam itu semua untuk menjadi apa. yah gimana ya.. gue nggak pernah berumah tangga sih, jadi nggak bisa kebayang kalo pake 'komitmen' yang elo maksud itu begemana jadinya. yang jelas, ada yang mesti lo pikirin selain kebahagiaan diri lo sendiri."

"Apa?"

"Kebahagiaan orang lain. orang2 sekitar lo mungkin dan seperti anak lo nanti. ada orangtua yang membahagiakan anaknya dengan materi, tapi apa anaknya itu sebahagia yang diinginkan orangtuanya? kita nggak tau. life is full of mystery. sometimes, the expectation can't be so real in reality."

"Jadi gw harus apa?"

"Setiap manusia pasti selalu ketemu ama yang namanya pengorbanan loh, biar kerasa hidup banget gitu. jadi jangan takut untuk mengambil keputusan, it's your own choice. yang penting pikirin aja apa yang lo tanem, itu yang bakal elo petik, elo yang rasa, dan seperti apa manfaatnya."

"OMG, but i love himmmmm!!!!! Gue nggak bisa ninggalin dia!"

"Kalo dia yang ninggalin lo? Kalo lo suatu saat nanti udah siap ninggalin dia? satu lagi, segala kemungkinan itu ada. ada yang bisa dikira dan enggak."

"Au ah. jalani saja."

(dikutip dari yahoo messenger ku dengan teman yang galau galau tai kucing hffffff -___-)

p.s : SEBEL. tau gitu ujung2nya jalanin aja ngapain mesti curhat panjang lebar. dan kutipan2 diatas belum termasuk separoh dr chattingan super lebay nyebelin