Minggu, 20 Mei 2012

Emergency Room

Oh ya udah pengen nulis ini dari minggu2 kemarin tapi nggak sempet2 (sok sibuk)
Minggu lalu saya jadi anak yang sholeha, menemani mama yang berada dirumah sakit karena tifus feat.dbd. hebatnya hanya butuh waktu kurang lebih 3 malam rawat inap untuk membuat kondisi mama pulih.

Sebelumnya dimalam saat mama belum dibawa ke rumah sakit, mama nangis2 kepalanya pusing, mual, demam tinggi, dan sampai saya cek denyut nadinya aja tuh lemah. papa mengira itu hanya sekedar tekanan darah rendah yang biasa karena sebelumnya memang sering seperti itu dan langsung pulih setelah dibawa keklinik dekat rumah. ternyata di malam itu enggak. sempet saya pikir apa jangan2 kesambet ya, soalnya memang sebelum mama sakit kayak gini saya sempet 'dikerjain' sama 'orang' rumah. udah diupdate di path, males ceritain ulang -..-

Dannn akhirnya mama yang takut sama jarum suntik makanya nggak mau kerumah sakit saya paksa bawa ke rumah sakit mitra keluarga di depok. yang udah terkenal dengan pelayanannya yang emang cepet dan berkualitas dan paling deket sm rumah kebetulan. soooo jam berapa ya waktu itu kayaknya tengah malem deh pas malam minggu. masuklah mama ke emergency room. disana udah disambut sama satu pasien yang kejang2 (yang kebetulan gue denger2) sakit kanker apa gitu... agak lama nunggu di emergency room, karena mama menjalani pemeriksan yang banyak banget dari jantung, darah, liver, dll... yang alhasil semua itu mesti ditunggu hasilnya. saya dengan papa yang kebetulan memang lagi ada dirumah.

But the most uncomfortable thing-nya adalaaaah...
Emergency room itu setelah datang mama banyak banget yang tiba2 dateng.... udah kayak sinetron. kalo di filmin pendek gitu dan diupload di vimeo ya bisa banyak likes kayaknya.
have i ever told you that the place that i really hate a most is emergency room? AAAAAH SEBELLLL banget deh pokoknya... semua yang ada didalam situ panik. lalu lalang. dan serba random.

Disaat itu ada yang datang dengan aduan kecelakaan motor. nggak sadarkan diri. dan yang nganterin temen2nya. anak muda biasa. malam minggu. trek-trekan gitu loh. nggak bisa disalahin sih mereka bisa punya hobi kayak gitu, karena mereka miskin dan nggak tau mo ngapain. saya bukannya ngatain atau apaan, tapi pada kenyataannya kalo memang mereka kaya, punya pendidikan yang baik dengan latar belakang keluarga yang juga bisa mendidik mereka nggak mungkin bisa punya 'hobi' seperti itu. balik lagi semua itu jadi 'pelarian untuk mencari kesenangan'.

Oke, lanjut.
Tiba2 ada sekeluarga yang datang. anak cewek yang paling kecil yang masih SD, anak cowok yang kemungkinan usianya udah lebih dari 20 tahun, dan seorang ibu yang memakai jilbab. mereka mengatar seorang bapak yang tidak sadarkan diri dan diduga kena serangan jantung mendadak.
Dokter berusaha untuk menanganinya dan sampai akhirnya dokter bilang, "Ibu, mohon maaf, kita tunggu sampai 10/15 menit sementara kami beri bantuan medis. bila belum tidak ada pergerakan juga, ibu harus ikhlas ya bu."
pecah semuanya nangis. termasuk anak ceweknya yang paling kecil. mereka nyebut2 'bapak2 ayah' ibunya sempat berkata 'tadi tuh bapak ga kenapa2 loh mas... nggak mungkin nggak mungkin seperti ini' sampai akhirnya ibu itu pingsan. Yang kemudian, akhirnya bapak itu dinyatakan oleh dokter meninggal. si ibu yang baru saja siuman dari pingsan itu menjerit. semua menjerit. anaknya yang paling kecil pingsan. disitu yang saya sangat salut adalah anaknya yang paling tua, laki-laki. dia meyakinkan ibunya untuk istighfar, ikhlas dan berhenti nangis 'bu, liat liat ayu kayak gini.. ibu liat ayu kasian ayu.... ibu harus kuat." ayu adalah anak kecil itu. haduh... dalem hati saya hanya kata belasungkawa yang bisa diucap dan doa agar saya dihindarkan dengan musibah2 seperti itu. musibah yang bener2 nggak diundang tapi selalu bisa datang kapan saja. kematian.

Belum lama disaat mereka baru saja kehilangan. datang orang dengan kasus bunuh diri.
Disaat orang lain sedang menangisi nyawa, ada orang yang mau menghilangkan nyawa. i mean, you shouldn't have to mad with your life... life is full of script. all the things that you have to do is face-it not running away from it. whether it's not make you happy but it must be the best for you.

Ya yang kemudian mama dinyatakan tifus dengan tambahan trombosit yang ternyata turun terus (which means gejala dbd) akhirnya mama harus rawat inap. daaaan see you emergency room.
aaaah dan pekerjaan rumah tangga disaat mama tidak dirumah menjadi tanggung jawab saya dan papa. yang tadinya gue ga bisa masak dan anti main masak2an lama-lama memberanikan diri buat masakin papa, bantuin cuci piring, nyetrika, masak nasi. dan itu juga berkat bantuan dari pacar saya yang sejak diapartemen selalu ngajarin saya untuk masak... begini masak nasi... begini tumis sayur.... begini masak nasi goreng... begini potong bawang... dan lain-lain. must be God that made me knw you, david. paling nggak personality saya menjadi nggak terlalu kekanak-kanakan, tergantungan, dan manja karena ia selalu mengajari saya untuk nggak ngeluh melulu mentang2 anak cewek, tunggal.

P.S : life is about making a choices. life is about come and lose. life is about up and down. just be sure, that you can trough it all.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar