Senin, 20 Agustus 2012

sombong itu.......

lebay mode : ON

Mereka yang pernah merasa dikecewakan, disepelekan, dan bahkan dikucilkan, pasti selalu ingin membuktikan sesuatu. Dan wajar, bila mereka merasa sedikit sombong pada akhirnya karena ya, mereka mampu membuktikannya. karena mereka mungkin melalui fase-fase yang tidak mudah.

Saya masih ingat masa-masa dimana ayah saya putus kontrak waktu itu. beliau mati-matian mencari pekerjaan. paling parahnya waktu saya kelas 1-2 SMA.
Disitu saya belum sadar dan mengerti dengan kondisi perekonomian keluarga. yang saya tahu hanya, "ada." mo bayar sekolah "ada" mo jalan "ada". tapi ternyata, banyak hal yang baru saya tahu setelah saya melalui beberapa percakapan dengan mama saya. Kenapa? kenapa saat itu harus disembunyikan dari saya? mama saya bilang, ia tidak mau mengganggu konsentrasi belajar saya. karena saat itu, usia saya masih sangat labil. masa-masa belajar banget tapi banyak mau senengnya :3

Masa itu. ya, saya ngeh, kalo orang-orang yang sebelumnya dekat dengan papa mama tiba-tiba menjauh. dan itu sangat terasa. kebanyakan dari mereka saudara-saudara, keponakan, kerabat dekat. justru orang-orang yang malah tidak terlalu dekat dan sedarah bisa lebih baik dan mau membantu tanpa menggunjingkan. Yang saya ingat sampai sekarang adalah kata-kata papa. waktu di meja makan, sebelum saya berangkat ke sekolah waktu itu, kalo nggak salah saat itu akan ujian. Papa tau kalo saya termasuk orang yang suka nyontek :P males belajar tapi bukannya nggak mau belajar lohhh... papa menekankan ke saya. "Wan, kalo ada yang kamu tau dan kalo kamu mampu. selalu berbagi dan bantu orang lain apalagi ketika mereka sudah meminta. tapi jangan pernah berharap orang itu akan balik membantumu. ikhlas kan saja."
Kalimat itu saya cerikatan ke mama ketika mama sedang menceritakan masa-masa yang sangat menyedihkan itu. terus tiba-tiba mama nangis. netes aja gitu air matanya gue jadi ngerasa bersalah. INI BARUSAN AJA TADI KITA NGOBROL, jam 11 malem tadi sampai jam 12. papa kebetulan lagi nggak dirumah.

"DIH tuh kan mama kan lebay deh... kenapa nangis!!!"
"Nggak, mama sedih aja.... waktu itu bener2 sulit banget, orang-orang berubah jadi tega bangeeet.. mama ampe jualan roti buat uang jajan wanda... diomongin ini itu digorontalo... benar-benar nggak nyangka. alhamdulillah Allah yang adil, doa kita didenger, dan papa kerja lagi...."
:( mendengar cerita mama papa yang dulu selalu disepelekan orang lain, diomongin ini itu, ignorance lah dan lain-lain membuat saya jadi sebellll. KOK TEGA SIIIIIH... EMANG KITA NGAPAIIIIIN... APA KARENA KITA JATUH TERUS KITA HARUS DIJAUHI TAKUT BAWA SIAL DAN BIKIN REPOT???? dan setelah saya melihat kesini keadaan yang alhamdulillah sudah tergolong sangat cukup. hihihi jadi suka liat papa yang agak sedikit sombong dan nggak suka kalo disepelein orang (langsung naik darah)... iya lah... papa ngelewatin masa-masa yang sangaaaaaaaaaat sulit yang mungkin saya sendiri belum mampu melalui. jatuh bangun jatuh bangun bolak balik

ada segelintir orang yang mungkin bisa jadi terlahir dengan bakat, kemampuan, dan materi yang sudah berada atau mungkin dari mereka yang sudah pernah merasakan yang namanya dari bawah, atas, kemudian jatuh lama, dan akhirnya bangkit. Kesombongan?..... manusiawi. tapi bila terlalu tebal, itu dapat membuat orang tersandung dan terjatuh. apapun yang terjadi, jangan pernah berharap akan uluran tangan orang lain. lakukan yang terbaik, berusahalah untuk berdiri sendiri, jangan pernah memandang remeh orang lain, dan jangan sepelekan doa. toh kemanapun dan dimanapun kita berjalan, selama kita BERJALAN, kita kemungkinan besar akan bertemu dengan persimpangan atau mungkin jalan buntu. doa. bersyukur dan memohon adalah bukti bahwa kita menghargai dan mengakui kekuasaanNya, bukan berarti mentang-mentang sudah jaman teknologi yang namanya mukzizat itu ridiculous dan mustahil kan?

P.S : Selamat berjuang robot-robot!!!!! Minal Aidin Walfaidzinnnn!!!!