Jumat, 11 Januari 2013

forget dream

why do i want to be a cabin crew?
i want to see the sky with a sunrise like very closer. i want to help people. i want to learn how to have a warm smile. i want to take the challenge, and i want to travelling the world for free :p

Btw, sekarang saya sedikit mengerti setelah agak sedikit ngobrol dgn salah satu teman di kantor. saya anggota termuda, di kantor :3 jadi ya gitu deeeeh hihih banyak didoktrin.
saya baru sadar, ternyata apa yang kita dapat sebagai upah yang mungkin pernah kita mengeluh kenapa kita hanya bisa dapat segini sedang orang lain segitu. antara sial atau nggak, tapi nyadar nggak sih sebenarnya apa yang kita dapat tuh udah sesuai dengan tanggung jawab kita. memang, nggak semuanya 'atasan' mau memberi upah yang layak untuk para pekerjanya. apalagi kalo kita ngomongin untuk lingkup yang di luar DKI, sedangkan di sini aja juga masih banyak yang kejam.

tapi tergntung. kalo ada, misalnya, seorang graphic designer yang sudah punya pengalaman kerja mungkin nggak lebih dari 1 year. ia memiliki skill yang udah kualitas dewa dewi di adobe photoshop/illustrator. bisa 3D juga. ngerti web design juga. jago gambar. gw yakin perusahaanya juga mau membayar ia diatas 7jt. karena ya itu, skill yang dia punya nggak umum. nggak banyak orang yang punya. so it does make sense. jadi kalo ada yang mencak gaji gw cm segini.. ya mesti nyadar dulu nggak sih, apa sih yang orang lain nggak punya dari diri kita makanya kita bisa request upah segitu i mean, "Are we a limited-edition?"

ada beberapa kategori orang yang kenapa merasa gajinya nggak cukup dan nggak setimpal dengan capeknya *menurut gw *so never mind it.

1. orang yang punya tanggung jawab banyak. tanggung jawab untuk dirinya sendiri, untuk istrinya, untuk anaknya yang 2,3,4... untuk tagihan cicilan2, tagihan listrik, uang makan, asuransi, ongkos. but sometimes life don't give us a better choice, so we must still make a move. roda terus muter dan nggak akan bisa lebih baik kalo kita cuma diem ngarep. kalo emang mau punya perubahan, persiapkan dan good luck. bahwa kenyataannya bagaimanapun persiapan yang kita punya, apapun itu, kita tetap harus punya hoki. kesuksesan= persiapan + keberuntungan . funny fact, klo denger kata kesuksesan tuh yg terlintas cepet tuh kayak orang yang berhasil banyak duit. tapi kalo kalo ditelaah lagi kayakanya lebih mengenai kebahagiaan ya. definisinya kan pencapaian. pencapaian seperti apa yang kita harapkan. nah kalo kesuksesan menurut versimu adalah menjadi kaya raya, itu artinya lo nggak akan peduli entah lo mo jadi koruptor atau bandar narkoba yang penting cepet kaya. itu maksudnya?

2. orang dengan banyak kebutuhan. yang pada dasarnya kebutuhan pokok mereka cukup, nggak perlu khawatir. tapi sekunder dan tersier adalah problem. semakin tinggi penghasilan yang mereka dapet, nggak menutup kemungkinan kebutuhan mereka pun semakin tinggi. seperti misalnya dulu yang hanya puas dengan gonta ganti handphone, dengan penghasilan yang lebih tinggi, gengsinya naik jadi pengen bisa gonta ganti mobil. like a life-style needs or something. this is why i sometimes hate people, emang sih membangun relasi itu sangat penting. tapi kadang kalo lo dikelilingi dengan terlalu banyak orang, itu akan mempengaruhi gaya hidup lo dengan sangat signifikan. ada beberapa orang yang bisa menyeimbangkan dan cuek, tapi ada orang yang emang pada dasarnya punya gengsi tinggi atau bahkan sebelumnya nggak gengsian sm sekali jadi malah gengsi. of course dengan penghasilan 5 jt/bulan kita merasa cukup untuk gesek kartu kredit belanja di asos. tapi ketika datang penghasilan 20 jt/bulan.... hmmmm chanel clutch kali ya satu bisa kali ya biar cm punya satu. ketika penghasilan 50 jt/bulan.... udah nggak level belanja di asos lohhh tapi chanel clucth cuma punya 1!!! masa ga ganti-ganti ini mulu yg dipake.
...................... mostly girls.

3. orang2 apes.
no offense. kalo emang lo ditawarin perusahaan yg lebih bisa menjamin 'kenyamanan' yang emang di mau, kenapa harus tetap bertahan. yes being loyal is important. but loyalty has a high price. berhak nggak perusahaan itu mendapatkan loyalitas dan kualitas yang kita punya? nah tapi ada kalanya orang bisa terikat dengan sebuah perusahaan yang which makes them like hard to move on. ibarat cari aman aja. apalagi untuk pria yang diatas 30an, wah puyeng banget tuh pasti klo tiba2 perusahaan tempat dia kerja puluhan tahun bangkrut. karena honestly papa saya sempet ngalamin waktu di perusahaan arco dulu waktu saya masih menjelang abg. yang alhamdulillah udah kerja lagi, kemudian pindah-pindah, dan akhirnya sudah hampir 4 tahun di perusahaan yg sekarang. dan pengalamannya itu membuat dia belajar, bahwa perlunya sebuah tabungan dan investasi untuk kedepan ketika keadaan berjalan keluar dari zona nyaman.

Nah, kadang... kalo kita liat seperti office boy atau frontliner seperti customer service or even call centre dan SPG mall.... kalo diliat jam kerjanya sebenarnya mirip-mirip nggak begitu jauh beda. tapi kerjanya emang lebih lebih keliatan capek banget karena menguras kemampuan fisik dan mesti cekatan. tapi yang perlu diketahui, itu kan pekerjaan general yang umum. like say it, semua orang mungkin bisa mengerjakannya kalo memang dilatih dan kemudian menjadi terbiasa. Dan perusahaan tentu lebih mudah dong untuk merekrut orang yang mau dan mampu untuk menjalani job desk general jobs. seperti perbandingannya.... lu pasti akan lebih mudah mencari orang yang nerima telfon daripada yang bisa mengatur management dan finance report sebuah perusahaan. Dan perlu sih ketika kita kerja di sebuah perusahaan, harus bisa 'peka' juga kalo emang lo tujuannya nggak mo jadi karyawan seumur hidup coba posisikan dirimu sebagai yang punya perusahaan gimana kalo kita berharap seseorang mampu untuk menangani sebuah job desk tapi lohhh dia minggat aja gitu besoknya udah nggak masuk masuk2 lagi.

well, business.
nggak ada seseorang yang membangun perusahaan untuk kesejahteraan karyawannya dong.



oh ya suka sebel banget aja, ketika saya ditanya sama mungkin sodara atau siapa kenapa mau jadi pramugari itukan lulusan SMA sayang kali sarjana lo. i knw, cabin crew adalah salah satu general job yang sebenarnya nggak semua orang mampu. kalo diliat mungkin kesannya glamour, banyak yang kayak model terus gaya hidupnya begitchu dan begitchu. but i see it needs a lot of hardwork. dituntut harus bisa jadi waitress, jadi security, jadi dokter bahkan bidan di pesawat, jadi ibu, jadi asisten pilot dan copil, kadang juga jadi sales, jadi ibu guru *yang ibaratnya penumpang adalah anak TK yg nggak ngerti2 matiin hp waktu dipesawat*, jadi tim SAR *kalo ada kecelakaan pesawat mereka yang paling depan nolongin lo inget itu, dan kalo lo terbang sekali dan ngerasa takut mati, bayangkan mereka harus selalu siap kemungkinan terburuk karena memang pekerjaannya selalu di udara*
MUST BE FUN. that's why.
merupakan tantangan tersendiri untuk dapat memiliki pengalaman hidup yang luar biasa di usia muda. mumpung ms single dan muda. so, why not?

nah, tapi... karena sekarang saya berada di zona nyaman. sebagai desainer grafis yg fortunately bgt bgt bgt baik bgt orang2nya.... my dream is start to fading away kayak rasanya udah nggak geregetan aja deh ... yang dari awal tiap menjelang rekrutmen apa saya totalitas prepare dari jauh jauh hari.. sekarang udah kayak dateng juga ya dateng walk in aja nothing to lose. but bcs it's me, so i'll never stop to take my chance mayan lah yehhh nambah temen2 baru :3

funny fact #2 : perusahaan dalam negeri yg dimiliki oleh orang bule pasti ngasih salary yg lebih tinggi. walaupun pdhl job-desknya sama2 aja. well, just sayin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar