Rabu, 09 Juli 2014

pesta demokrasi

Jatoh dari motor untuk pertama kalinya selama membawa motor. Gara-gara apes. Ya menurut lo aja, tiba-tiba ada motor jalan disebelah kanan terus ternyata tiba-tiba dia mau berhenti untuk belok kanan tiba-tiba. Otomatis kan yang dibelakangnya nggak sempet ngerem lagi, ya nabrak lah dua-duanya jatoh, eh yang motor jatoh nyenggol motor gue, which is akhirnya gw ikut jatoh. Apaan sih ga penting banget kan jatohnya. Bener-bener pure kecelakaan. Untung gw jalannya lagi pelan-pelan karen emang lagi ujan. Jadi gw nggak ada luka dan lecet sama sekali. Tapi mennnnn, ampun dehhhhh, kaki sekarang sakit banget yang sebelah kiri masih nggak bisa napak kayak keseleo-keseleo gitu. Udah gitu sekarang badan juga sakit-sakit kayak orang nggak pernah olahraga tiba-tiba olahraga berasa otot kaget semuaaaaaaa. Haf huf haf huf.

Oke, terus sekarang lagi bulan puasa. It’s my first time Ramadhan beda propinsi banget dari papa mama. Sedih banget. Tapi ya mo gimana lagi namanya juga cari nafkah yang lebih menyenangkan dan stress-less ya ga. Puasa nggak nda? Kadang-kadang. KOK GITU DOSA LOOOO!!! Wah kalo puasa menurut lo cuma sebatas nahan laper, aus, dan birahi sih saya sebagai anak kosan udah sering banget. Lagi pula dosa bukannya sesuatu yang merugikan ya, perasaan saya nggak merugikan siapa-siapa dalam konteks ini. but I respect you guys ya and we respect each other aja ya nggak.
Emmmmm… terus apa lagi ya… oh ya ampun pesta demokrasi. Saya sih nggak milih, bukan karena nggak mo milih tapi ya emang karena nggak bisa milih… orang jalan keluar dari kamar aja sulit -_____-

Ya harapan saya sih, semoga pemimpin yang terpilih nanti bisa lebih mendengar keluh kesah rakyat dari segala macam lapisan dan membawa solusi baru untuk perubahan Indonesia menjadi yang lebih baik. Owwwww. Terlepas dari kampanye dan bla bla menurut saya pribadi sih, setiap kandidat pasti memiliki masing-masing kelemahan dan kelebihan. Dan siapapun, even gw pun yang jadi presiden juga ga bakal bisa menjamin bahwa masing-masing harapan dari ratusan juta kepala yang ada di negara ini bisa dikabulkan dengan abracadabra jadi kodok. Ya semuanya harus bisa mensupport bila ingin mewujudkan perubahan.

Saya pribadi melihat apa yang perlu diperbaiki di negeri tercinta ini adalah sistem. Sistem dimana orang nggak merasa harus bekerja professional. Sistem dimana mayoritas harus lebih dimengerti tanpa harus mau untuk menghargai. Sistem dimana para penguasa sama sekali tidak gentar dengan yang namanya hukum. Nah sistem-sistem kayak gitu tuh yang bisa bikin orang jahat ya tetep jahat {atau malah makin jahat} dan membuat orang yang baik bisa kebawa jadi orang jahat {atau malah dibikin jadi orang jahat nya}. Jadi mo pemimpin siapa aja kek sifatnya kayak apa kek atau background orangnya kayak apa, yang terpenting adalah ia bisa membawa semua orang untuk merubah sistem-sistem itu bukan malah jadi dianya yang kebawa.

Tapi kalo ngomongin soal harapan. Harapan tuh ibarat kayak gini kali ya. Kayak lo ngelakuin apa aja yang dibilang akan menjanjikan surga. Yang ya udah lo percaya. Entah kenapa lo percaya. Pokoknya percaya!!! bakal masuk surga! Tuhan yang menjamin bahwa surga dan neraka itu ada. Even lo belum liat, tapi lo percaya karena yakin. Yakin itu percaya. Itu namanya harapan. Nah, lo nggak bisa lah menerapkan harapan lo sebagai jaminan untuk orang berharap yang sama ama lo. karena dari awal kan semua datang dari cini niiih *pukul-pukul dada rata. Gimana coba caranya lo bisa ngeyakinin orang untuk yakin, karena pada dasarnya semua itu datengnya dari hati dan mungkin logika.

So.. siapapun nanti presidennya. Ya nggak ada yang bisa menjamin. Cong, waktu jalan terus, like too much very unpredictable things ahead. Prinsip atau cara pandang orang itu bisa berubah seiring bertambahnya usia, pengalaman, dan lingkungan. Tapi bukan berarti nggak punya harapan dong untuk Indonesia yang lebih baik. Nah, salah satu cara untuk mewujudkan harapan itu menjadi nyata adalah being a better Indonesian. Respect! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar