Forever Bali


officially one year i live on this island. Tiga kali pindah kosan dah dari glogor carik ke marlboro sampai akhirnya ke mahendrata

coba throwback, pertama kali yang pindah ke bali tu fani, dia merantau sendiri sampai akhirnya nggak lama kemudian rimba nyusul kerja di bali, kemudian cumi, kemudian riki, kemudian oca, kemudian gue, kemudian gala, kemudian yang nggak lama lagi menyusul adalah dara (amin semoga keterima besok interviewnya dar) gw jadi inget dari awal kuliah yang bareng2 dari disuruh sama senior waktu ospek makan nasi pake tanah sampai yang hampir di drop out karena pas udah jadi senior se-ngerjain anak orang, najis deeeeh lebih dari enam tahun berlalu nyeeeeet dan lagi lagi kita semua ngumpul, satu kosan tapi beda beda kamar -______- yang di jakarta pada ngupload foto attending wedding di path kita malah too drunk to find our mobile phone.

Terus about nyepi session. Kita dikosan sekitar 10 orang gitu, yea baby Lucy in the Sky with Diamonds-if you know what i mean. The stars are amazing i know, tapiiiiii...

this is how you look at the sky

This is how my eyes look at the stars

Got my shooting stars like 4 times -and because to make a wish for a shooting stars is too mainstream, i prefer to count them like a a blessings. It was a very fun trip, can i and my friends please live longer like this forever???


kadang tuh kalo lagi bengong bego sama anak-anak abis capek ketawa tu ada kepikiran sih "kalo gw sekarang dijakarta, gw lagi ngapain ya" by the way, my mom is planning to move to Gorontalo by the end of the year. which is rumah yang di sawangan mo di jual. dan gw ada planning untuk bawa mobil gw ke bali yang mana ih gimana deh tu ga ngerti caranya, even untuk membaca google pun saya lelah. talking about planning, i have a personal quote:

"No hurry - No worry."
madam kintil

Komentar