Selasa, 14 Juli 2015

Marriage #lovewins

Ada yang bilang pacaran itu enak diawal doang. Ya iyalah untuk satu dua tiga bulan lo masih ngejalanin masa probition, dimana lo masi adem ayem no problem karena lo belom begitu kenal satu sama lain.

Most of the people ketika beranjak bulan bulan ke 6-8 udah ngerasa banyak cekcok. Entah itu soal komunikasi atau perbedaan sifat. Saying "lo berubah" itu lebih tepatnya dikatakan, "keluar sifat aslinya" itu terjadi pada bulan2 tersebut. Tinggal satu sama lain aja saling menyesuaikan kekurangan kekurangan pasangannya dengan pemahaman-kesabaran-atau penuh pengertian.

Satu tahun berjalan, semuanya masuk menjadi sebuah rutinitas. Apalagi yg udah ngerasa "living together"... Ada yang bisa menyesuaikan kekurangan dan kelebihan pasangannya tapi ada juga yang ngerasa kayak 'anjhayyyy can't take it anymore deh'
Rutinitas biasanya memancing keributan kecil yang bikin hubungan itu terdiri dari memori. Lo dibuat terbiasa untuk melihat dan menerima apa yang menjadi kekurangan pasangan lo. Dan balik lagi, karena nggak ada manusia yang sempurna pastinya sebuah relationship nggak akan mulus selamanya berjalan sesuai dengan ekspektasi.

forget about love at first sight or whatever, the point is you just need a partner. Pada akhirnya, semua rasa yang ada itu akan kalah dengan kenyamanan. Kenyamanan untuk menjadi diri sendiri dan doing things together dengan respect dan support. Iyalah, Namanya untuk temen seranjang seumur hidup ya harus truly true bestfriend.
You'll end up as nothing if you always fake yourself to be the perfect one just to get respect from your partner. If you have a bad attitude just try to be a better person and do your best sebagai bentuk respect kepada orang yang lo cintai dan mencintai lo.


Oke, loncat ke subjek entri. sekian basa basinya yah
Gw pribadi punya sudut pandang mengenai the next level of relationship, yang mana kita sebut adalah pernikahan. i told you, pada intinya sebuah hubungan yang berlangsung baik dan kekal selamanya adalah mereka yang memiliki kenyamanan satu sama lain. unsur ini bahkan nggak hanya berlaku untuk dua sejoli, ini bisa berlaku dalam lingkungan lo-tempat kerja lo-rumah lo-dll. Tetapi kembali berbicara dengan kenyamanan pada dua sejoli untuk naik ke next level of relationship, what is marriage? why it heard like a fucking scary for some others people? what is the different between living together and 'being legally' partner forever?

Marriage is a social construction. melegalisasikan sebuah hubungan antara dua orang secara norma agama, hukum, dan tentunya norma sosial. Dengan adanya pernikahan, kita punya surat SAH untuk mempertanggung jawabkan setiap kata yang terlontarkan like 'setia sampai maut memisahkan' atau 'bertanggungjawab dalam bla bla bla'. kenapa bisa saya katakan bahwa sebuah pernikahan adalah social construction. ini kayak lebih mengenai dokumen dokumen kenegaraan yang mempermudah lo untuk melakukan sesuatu. misalnya, menyekolahkan anak lo nantinya-buat kartu keluarga-dan lain-lain. terus apa ya hmmm--menghindari hal perzinahan???? oke deh pernikahan itu melegalisasikan persetebuhan antar dua sejoli menurut norma agama. apa? gw salah ngomong?

coba deh lepas dari norma agama hukum dan sosial, menurut lo, apa sih pernikahan itu?
biar 'aman' aja dari gunjingan orang yang ngomong 'kok udah umur segini ga nikah2' atau 'pacaran mulu ga nikah2'??
biar ga zinah karena sesuai dengan surat yang berbunyi....?
biar bisa membangun keluarga yang sah. lebih mudah kedepannya.?

Pernikahan itu mengenai komitmen lebih lanjut untuk membangun dan membina sebuah keluarga. open your mind deh, terimalah revolusi dimana sebuah pernikahan itu adalah konsep untuk memudahkan segala hal yang berkaitan dengan hukum dan kewarganegaraan yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki komitmen. nggak kenal gender. yang penting manusia sama manusia.
Open your eyes, see around you, banyak loh anak-anak yang ditelantarkan oleh orangtuanya dari segi apapun. Terus kalo diadopsi pasangan gay dan ternyata taraf hidupnya lebih baik dari segi apapun gimana. GAY IS A FUCKING DISEASE! (come on dude, mo gimanapun juga orang yg suka gonta ganti pasangan pasti kena penyakit)



Welcome to the next revolution of humans rights. dimana jaman perbudakan itu udah lewat. dimana bencana alam sudah dapat diprediksi dengan ilmu pasti tanpa harus mengatakan itu adalah 'kutukan atau azab'. dimana 'siapa' menjadi mengapa dan bagaimana menjadi apa. dimana sebuah pernikahan terlepas dari norma agama dan lebih kepada norma hukum dengan landasan cinta. xo xo #lovewins


P.S : Kalo emang lo ngerasa udah click sama pasangan lo. buat sebuah perencanaan atau investasi untuk mengarah ke jenjang selanjutnya ga pake bacot banyak2. kadang tuh kata 'ngejalanin aja' nggak cukup untuk jadi pelipur lara ya hahaha taeeee. kalo emang lo kayak gue yang udah umur 25 tapi masih maunya sana sini jalan terus cinlok terus bye ya nikmatin aja sih. don't rush on something or you will end up to be nothing and then becoming depressive. life is full of surprisingly things. kita boleh ngerencanain apa aja tapi bukan berarti ga enjoy the ride dong. i could say this thing because i learn from my previous experience that when you did a lot then you have a high expectation-and when it didn't work out like the way you want to... that thing is such a goddamn sucks. tapi ya uds hikmahnya yaaa now i know how to ride a wave. lo boleh dengerin apa kata orang tapi jangan bikin apa yang dikata orang jadi patokan lo as 'all my life'. enjoy life dude, you will never be younger than you are at this time




1 komentar: