Sabtu, 05 Maret 2016

Generasi Mencela

Ini dah saya gemes gemes gimana banget gitu. berangkat dari sering sekali liat tautan-tautan di facebook yang dishare oleh orang yang kebetulan di re-share beberapa teman dan nongol di timeline facebook saya. Yang paling ramai tuh artikel2 atau foto2 yang berbau provokatif. Apalagi kemarin seasonnya lagi season mengenai LGBT dan kang ipul. Jujur saya nggak tertarik sama sekali untuk ngikutin media massa dalam pembahasan persepsi 'orang2 penting' yang mungkin berlomba untuk membangun opini publik.. tapi kening saya mengkerut ketika liat caption dari tautan yang dishare. pas di klik, foto dengan likes hingga ribuan itu di komentari banyaaaaaak sekali orang. udah gitu komentarnya... #tepokjidat

Untuk 'mereka' yang Maha Menghakimi.
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum menghina kaum yang lain, sebab mungkin sekali mereka yang dihina itu lebih baik dari yang menghina. Dan jangan pula kaum perempuan menghina perempuan yang lain, barangkali mereka yang dihina itu lebih baik dari mereka yang menghina.” (al-Hujurat: 11) 

Saya masih kurang paham sama orang-orang yang katanya beriman tapi caranya ia bertutur kata jauh sekali dari apa yang agamanya ajarkan. kasian kan jadinya agamanya.


Terus ada baru-baru ini yang foto Najwa Shihab & family diunggah orang dengan caption bla bla bla, terus di share lagi sm yang lain yang kontra sm caption orang pertama yang ngeshare. terlampir:




Yang paling lucu ada yang salah tanggep ni kk, captionnya si wedy dikira caption yang ditulis oleh najwa. tapi komentarnya udah kayak kompor meleduk kk....
Bukannya mo ngejudge tapi kenapa ya, saya suka sedih kalo liat orang ngeshare sesuatu atau komen sesuatu tapi sesuatu itu belum ditela'ah faktanya... atau at least baca kek baik-baik, googling, atau apa lah sebelum cuap cuap uda kek air mancur. sedih kk gw liatnya.


Bangsa yang besar tapi sayangnya 'terdidik' menjadi hakim. yang seharusnya bisa berkembang untuk menciptakan sesuatu atau memajukan citra negara malah 'stuck' dalam dogma dogma agama dengan pemahaman dan kesimpulannya masing-masing... ngapain kek... jadi dokter kek yang nemuin obat baru atau bikin sosial media yang bisa lebih hits dari facebook... daripada cuma ngejudge 'kafir' sana sini tapi lah suka ga suka si kafir pada kenyataannya emang lebih lebih kk daripada looooo yang cuman bacot di fesbuk terus pinjem motor abang lo buat ke warung depan.


semoga ke depan kita bisa lebih wise dalam mengomentari atau 'menyebarluaskan' sesuatu.
kalo kata pemulung "lebih baik hidup dari sampah daripada jadi sampah."