Rabu, 01 Maret 2017

Djakarta: benci tapi cinta

siapapun gubernurnya yang namanya macet ibu kota ga akan ada solusinya.
even mo jalanan atas bawah dibuat ampe 5 lapis.
#jadiyahkalogacabut #yadihadapisajadenganlapangdada



kalo kata orang yang naik kendaraan roda empat, pengendara motor salah satu penyebab lalu lintas sering tersendat karena yang paling 'riweh' dan ga pernah mo ngalah tiap ada persimpangan atau belokan.

kalo kata orang yang naik motor, mobil banyak banget isinya cuma satu/dua kepala.

kalo kata orang yang naik kendaraan umum. orang orang banyak banget satu kereta atau bus aja ga mampu ngangkut semua yang ngantri.

kalo kata orang yang jalan kaki. udah ngekos mahal-mahal, udara ga kondusif, jalan ditrotoar atau nyebrang pake jembatan penyebrangan lah tetep kena senggol kendaraan roda dua.

kalo kata orang-orang-an: ini semua salah jokowi dan ahok.


~

Setiap ibu kota besar pasti memiliki problematika yang sama kok. penumpukan populasi kendaraan di jalanan. Bisa coba cekidot di link ini
Gw suka hmm ya ya gimana gitu sama orang-orang yang tinggal dan mencari nafkah di ibu kota sehari-hari dan mungkin selamanya terus ngeluh at least sehari sekali lah perihal macet jakarta atau gaya dan perilaku orang-orang di ibu kota. kayak, "hidup segan mati tak mau-ngeluh terus tapi ga pergi pergi."
Masalahnya tu jelas banget loh sebenarnya: banyak manusia.
Ibarat kayak ayam ditaro dalam satu kandang. ada 3 ayam nih udah bertelor. masuklah dari luar 2 ayam. kawin. bertelor. rame tu anak-anaknya. eh nambah lagi dari luar 2 ayam. anak-anaknya gedean bertelor lagi juga tuh. mo kandangnya digedein ampe berapa tahap juga pada akhirnya kandangnya ga akan cukup menampung ayam-ayam yang terus bertambah.


Pencemaran polusi udara di beijing akibat dari maraknya industri dan transportasi.


Berapa bulan yang lalu gw pernah pulang ke jakarta dan main ke salah satu mol dijakarta selatan untuk membeli lipstik dan sepatu. udah kena macet dari keluar rumah di setiap jalanan yang harus gw lewati, untuk mencari parkir pun butuh waktu sampai setengah jam-ladies parking pun penuh. dipikiran gw saat itu "ini orang-orang pada mo beli lipstik juga kali yah kayak gue"
dan oh gw baru ngeh kalo waktu itu hari sabtu. gw lupa kalo tempat hiburan di ibu kota yang paling kondusif hanya mal, walaupun mal juga udah banyak banget tetep aja setiap parking area nya ga cukup menampung kendaraan yang singgah.
Ok kemudian gw hoki dan jeli karena dapet orang yang baru mo cabut keluar.
Masuk-masuk di mol, gw jalan deh tuh sendirian ngiter mencari apa yang emang mo gw beli. yampunnnnn orang banyak bangeeeeet. dan setiap orang yang jalan berpasangan yang keliatannya ga jauh umurnya dari gw templatenya uda pasti pada bawa anak satu atau dua. Kayak ada tuh di mol tempat bermain ala kadarnya disitu rame semua anak-anak kecil, kayak gw liatnya ga mungkin deh tuh kalo ga ada anak yang ga sengaja ketendang. terus gw juga liat dari anak kecil ampe udah separuh baya mo lagi jalan atau duduk nunggu makanan berdua bertiga berempat semuanyaaaa ga ada yang ga megang henfon. i was like, doesn't mean to judge but just wondering if there is no gadget or a mall to visit, what are they gonna do then on weekend?


Menurut sudut pandang gw ya sia-sia deh mo ngeluh kayak apa juga. kalo emang lo orang jakarta, punya rumah di jakarta, berkeluarga di jakarta, paling bener ya kalo uda setress banget ya cabut dulu kemana gitu liburan ke tempat yang terpencil dan sepi, yang penghuninya lebih banyak pohon atau pemandangan terumbu karang laut. "liburan juga pake duit. mesti beli tiket pesawat ini itu belum lagi waktu terus bla bla." iya ngerti gw, ya mo gimana dong at least make something or go somewhere that can make you to release your stress for real. kalo memang update status di sosial media marah-marah ngeluh ini itu membantu ya uds paling 5 tahun lagi lo throwback liat itu status malu terus mikir "ngomong apa w, setres"



Perkembangan industri, pencemaran lingkungan dan tingginya daya beli pada masyarakat dipacu dari satu faktor: ledakan populasi manusia.
jadi dalam sudut pandang gw pribadi ya solusi satu-satunya yang paling efektif adalah pembatasan dalam populasi manusia. mo lo cerai berai manusia atau industri kesetiap propinsi itu hanya akan jadi solusi sementara yang dampak buruknya hanya akan membuat lingkungan terkikis demi memenuhi kebutuhan manusia yang jumlahnya terus menerus meningkat. mungkin harus ada sistem tersendiri ya kayak pajak anak atau denda apabila punya anak lebih dari dua, sistem atau program yang bikin orang mesti mikir dua kali untuk punya banyak anak. ngomong gampang emang gw, eksekusinya dengan kontra nya itu bagian yang tersulit. (adanya nanti malah abortion makin meningkat-salah pemerintah lagi). Serba salah yah jadi pemerintah... ibarat di lingkup kecilnya aja deh coba lu jadi kepala keluarga punya dua istri dan banyak anak, pasti ada ae satu dua yang s'lek.
kudu piye~ apa daya lillahi ta'ala wae kita mah apa atuh bak satu butir beras.


Kamis, 16 Februari 2017

respect.

babangnya gantengan begini huhuhuuu



ini cuman bacot gue pribadi seputar pasca pilkada jakarta (yang ternyata masih akan ada lagi putaran kedua). Gue nggak punya background pendidikan politik, dan nafkah gue ataupun orangtua juga ga 'bergantung' pada ngurusin urusan negara, tapi berhubung deadline kerjaan gue udah pada lewat dan gue lagi sering2nya mantau timeline facebook, gue ngerasa harus ngelakuin hobi lama gue yaitu nulis unek-unek di blog.

saya menulis ini karena 'gemes2 greget' sama update2 status orang di timeline facebook saya yang cenderung berpolitik. ya bebas lah, semua orang berhak memiliki opini nya masing masing dan itu pun juga boleh berlaku dong untuk saya saat ini.





Yang gue baca, sebelum Agus resmi mengundurkan diri dari keanggotaan TNI, Agus berpangkat Mayor dan menjabat sebagai Komandan Batalyon 203/Arya Kamuning. Ia dikenal memiliki prestasi yang sangat baik selama 15 tahun bergabung menjadi TNI aktif.

Banyak spekulasi yang muncul ketika Agus memilih untuk melepaskan karirnya ini,
dari mengenai "Peran obsess sang ayah yang belum selesai" atau "Agus anak yang dikorbankan" sampai berita yang bicara faktanya bahwa Agus jabatannya hanya mampu mentok di Letnan Kolonel karena memiliki kendala yaitu cedera dari latihan brigade pada tulang belakangnya. Mungkin dengan tanggungjawab dan bebannya sebagai kepala keluarga dan anak sulung seorang jendral & mantan presiden, timbul 'bisikan-bisakan' yang kerap membangun pikiran 'mo kemana ya gue' dengan mengambil arah untuk langsung berani terjun ke dunia politik.

Ia melepaskan karir kemiliterannya untuk terjun ke politik yang ga tanggung2 dengan penuh kepercayaan diri langsung mencalonkan diri menjadi gubernur kota yang 'ribet', bersaing dengan orang2 yang memang sudah 'bekerja' pada jalurnya. yang satu ibaratnya tinggal 'selling by a prove of what he did' dan yang satu udah pernah jadi mentri. Ibarat fresh graduated tapi langsung mau jadi direktur utama perusahaan yang banyak cabang dengan problematikanya masing-masing-even orangtua sejarahnya udah pernah megang ratusan perusahaan. but y, nothing is impossible lah ya kalo kata netizen US kalo Trump bisa berarti siapapun bisa.

Ya semua butuh proses. Kita nggak pernah tau apa yang seorang telah lalui dan sedang ia lalui, yang kita hanya bisa nilai adalah hasil akhirnya sambil mencibir. Mungkin begitulah cara Agus untuk belajar, ia berani untuk diremehkan dan ia berani untuk gagal. Karena dari situlah sebuah proses pembelajaran terjadi dan lagipula yaaa lumayan deh... at least kan orang-orang pun jadi 'kenal' sama sosoknya-apal mukanya-jadi apabila Agus mulai mengukir prestasi prestasi kecil di bidang politik toh ia tidak perlu susah payah lagi untuk membuat 'mukanya' dikenal (tanpa perlu bawa embel2 nama belakang). gue aja pribadi, ga tau tuh siapa uno dan djarot sampai akhirnya dia jadi cawagub jkt.

Dan setelah gue melihat Agus memberikan pernyataannya bahwa ia menerima kekalahannya.
Gue yang tadinya suka ikut ngecengin dia karena banyak jawaban2nya yang ngeblunder jadi respect. Pernyataan Agus saja sudah terlihat jelas memang dia adalah sosok yang berani dan berjiwa panglima. Disegani tanpa meminta. Mungkin faktor usia juga kali ya, kadang suka gitu.. biasanya kalo makin tua... gelar udah banyak... udah pernah jadi ini jadi itu... giliran sudah ga punya kuasa apa-apa... ya kangen aja gitu dihormati. jadinya kalo ga banyak ngomong, ya banyak ga terimanya.
Dan Agus dengan cakapnya berbicara menerima kekalahannya tuh kayakkkkk waaaaa simple sih emang kayak "ah ngomong doang isi hati mana tau" tapi seriously ga gampang loh jadi orang yang mengakui kekalahan dan kegagalan di depan umum, itu ibaratnya mengemukakan bahwa "ya, saya memang belum pantas." ada ga sesepuh2 sebelumnya yang kalo ga ngilang ya paling menyangkal kekalahan dengan mengkode2kan adanya kecurangan.



Dan untuk mereka yang belum juga udahan ngebully Agus yang udah menunjukkan respect pada democracy secara gentle (tanpa harus curhat di twitter dulu)
i mean lau tu uda jadi gubernur netizen apa gimans kayak paling benerrrrrr ae udah idupnya -__-
gue pahammmm pilkada dki ini bikin baper, tapi hati-hatiiii kalo nyepelein2 orang gitu kakak,
nanti kalo orangnya suatu saat nanti membuktikan ia bisa berprestasi paling lau diem kasak kusuk.
Salut untuk sikap Agus Yudhoyono, terus belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi dan insya allah dimudahkan rezekinya di jalan lain yang pastinya terbaik untuk diri sendiri maupun keluarga.



#salamdamaiademayemterusssbosque


Senin, 13 Februari 2017

The Ugly Book




I have a dream that someday i could make my own book.
here i am writing, and it's going to be my life goal before i turn 30 on the next two year ahead.
my quotes, my drawing, my story, your story, and their story.


The Ugly Book

Y U R A


Kamis, 26 Januari 2017

My Top 10 Movie List (year 2010+)


Living the earth since 1989. I'm turning 28 on october-this year and i feel so great right now not just because a new love but year after year now i came at the point where i realize that life keeps going on no matter how much the fuck that people give. I can't stay any longer at coolest pool party and alcohols- it was like my introvert side always make myself sure that "baby, it's better for you stay home and watch some movies. look at that pillow, the warm blanket, and fast internet connection" Besides, it reduce a lot of chance to spend money since my new hobby is saving all the papers in order to can go travel to some places and thinking to start an online shop. It's cliche i know, cause at the end i always fail the saving cause i'm always starving and there are too many delish foods out there.


so yeah. that's my life.
living an independency life far from my parents. lucky i have a boyfriend. lucky i have a good friends. lucky i have a job. lucky there's a technology. and it's enough.
now here's my top 10 list of movie (2011 - 2016)  just in case you're in mood to join the anti social-social club.



Drama Romance
feel the feels.

10. Flipped


9. Me Before You


8. The Fault in Our Stars 


7. The Age of Adeline


6. The Great Gatsby


5. About Time


4. Demolition


3. I origins


2. Silver Linings Playbook


1. La la land





Drama Comedy
good story wrapped in fun


10. Tucker & Dale vs. Evil


9. The Interview


8. Dirty Grandpa


7. We're the Millers


6. The Intouchables


5. Crazy Stupid Love


4. The Nice Guys


3. Spy


2. Deadpool


1. Hangover 2




Drama Mystery
Popcorn time!


10. The Invitation


9. The Woman In Black


8. Insidious


7. Crimson Peak


6. The Conjuring 2


5. Don't Breathe


4. Train to Busan


3. The Skin I Live In


2. Gone Girl


1. Interstellar






That's all.
#enjoy.